Perkembangan Gulat di Indonesia

Category : GULAT, POJOK ARTIKEL
Perkembangan Gulat di Indonesiaby adminon.Perkembangan Gulat di IndonesiaIndonesia sudah mengenal gulat internasinal, sejak sebelum Perang Dunia II. Gulat ini dibawa oleh tentara Belanda. Masyarakat Indoensia ketika itu mengenal gulat sebagai tontonan di pasar malam atau pada pesta-pesta di kota besar sebagai acara hiburan. Dalam PON V tahun 1961 di bandung gulat ternmasuk salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan, dilaksanaka di bioskop Varia […]

Indonesia sudah mengenal gulat internasinal, sejak sebelum Perang Dunia II. Gulat ini dibawa oleh tentara Belanda. Masyarakat Indoensia ketika itu mengenal gulat sebagai tontonan di pasar malam atau pada pesta-pesta di kota besar sebagai acara hiburan. Dalam PON V tahun 1961 di bandung gulat ternmasuk salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan, dilaksanaka di bioskop Varia ( sekarang nusantara ). Tahun 1962, Asian Games IV berlangsung di jakarta. Indonesia menurunkan pegulat secara fuul tame, mulai dari kelas 52 kg – 87kg, indonesia hanya meraih dua medali perunggu melalui mujari (kelas 52 kg) dan Rachman Firdaus (kelas 63 kg) yang keduanya menggunakan gaya Yunani-Romawi. Tahun 1964, PB PGSI mengirim para pegulat ke RRC kan Korea Utara. Tahun 1965 menjelang PON VI di jakarta muncul pegulat-pegulat yang penuh bakat, seperti Suparman Hamid, Tigor Siahaan, dan Johny Gozali. Dan semua acara ini gagal karena situasi politil. Tahun 1966  menjelang Asin Games V  di bangkok, PHSI mengadakan kejuaraan nasional di bandung. Tahun 1967, diselenggarakan kejuaraan nasional di surabaya.

Perkembangan Gulat di Indonesia

Tahun 1968, merupakan tahun yang sepi bagi PGSI karna tidak adanya kegiatan tingkat nasional. Tahun 1969,  diadaka PON VII di surabaya, dimana para pegulat  dari Sumtera utara, DKI jaya, Jawa barat, Jawa tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa timur dan sulawesi selatan mengukur krkuatan dalam arena tersebut. Tahun 1970, PGSI mendapat kesempatan lagi untuk ambil bagian dalam Asian Games VI di bangkok. Tahun 1971, untuk pertama kalinya dan merupakan terakhir kalinya gulat di pertandingkan di POM (Pekan Olahraga Mahasiswa) di palembang.Tahun 1972 menjelang PON VIII di jakarta, terlebih dahulu diadakan babak kualifikasi bagi daerah-daerah yang akan ikut serta dalam PON. Tahun 1973, PGSI juga kembali mengikuti kejuaraan gulat di Glanbator, Mongolia, tim indonesia diwakili oleh Tigor Siahaan, Syampurno, Johny Gozali, dan Darmanto. Selain itu kegiataninternasional yang di ikuti oleh pegulat kia adalah:

  1. Tahn 1974 Asian Games VII di Teheran, PGSI mengirimkan pegulat tigor siahaah kelas 48 kg, dan Johny Gozali kelas 62 kg.
  2. Kejuaraan dunia tahun1978 di Mexico, PGSI menurunkan pegulat Suwrto kelas 57 kg, Alfan Sulaiman kelas 62 kg, Tahi sihombinf kelas 68 kg, dan Eddy santoso kelas 74 kg.
  3. Tahun 1980, di Rumania PGSI mengirimkan pegulat Suwarto kelas 57 kg,  Edison kelas 62 kg, dan Alfan Sulaiman kelas 68 kg.
  4. Tahun 1982, Asian Games IX di New Delhi, PGSI mengirimkan Rubianto Hadi kelas 48 kg, Rusdi kelas 57 kg, dan Alfan Sulaiman kelas 62 kg.

Sejak pembentukannya tahun 1960 PGSI telah banyak melakukan kegiatan baik lokal, nasional maupun internasional.

Author: 

Related Posts

Leave a Reply